^capres bom.. eh bem..^

Wah ketemu lagi ne dengan tulisan gw.. mudah2an loe ga da bosen nye ye baca tulisan gw.. okelah kalo beg, beg, begito.. let’s read..

(pertama gw mulai dengan dongeng aje kali ye)
Di suatu kampus hiduplah seorang anak lelaki yang bertampang pas-pasan, berbadan tinggi, agak kurusan (ini mah gw banget dah.. hh..). anak lelaki ini berniat untuk shalat asar di musholla (indo: mu/ma=tempat, sholla=shalat) dekat kampusnya . namun tiba – tiba ia melihat sekerumunan anak kampus bergerombol di dekat musholla . “lho.. lho.. ada apa ini” pikirnya, kemudian ia berusaha untuk mencari tahu ada apakah gerangan?.

Set, set, set.. ia berusaha menyelip didalam kerumunan “untung gw ga gemuk2 amir, jadi bisa nyelip, hehe..” candanya pada diri sendiri. “Ting, teng… oala… ternyata ada orasinya anak kampus yang pengen jadi presiden bem, apa mereka gtw y kalo disampingnya ada orang shalat, ato pura – pura gtw?” gerutunya dalam hati, gara – gara melihat kebijakan panitia dan peserta yang tidak mempertimbangkan hal ini. Kemudian dia meninggalkan kerumunan dan melanjutkan misi sebenarnya yaitu shalat. “Allahu akbar.. bismillahirrohmanirrokhim” ucapnya. “kita lihat saja di negara china… bla,bla…oleh karena itu kita harus..bla,bla” sambil shalat ia terus – terusan mendengarkan orasi – orasi calon presiden (jian eidan tenan) . “masya Allah.. apa – apa an ini.. eee.. mboh lah ” katanya dalam hati. Kemudian seusai shalat dia kembali menyelipkan dirinya kedalam kerumunan karena heran, “sebenarnya yang dibahas apa seh, sampai penonton tertawa sambil bertepuk tangan terus”. Salah seorang panelis bertanya “pertanyaan terakhir, kita tahu sebuah pergerakan (arab: harokah) haruslah didasari atas sebuah ideologi (pemikiran) yang sama, yang menjadi pertanyaan saya apakah yang menjadi ideologi pribadi anda dalam menyatukan pergerakan?” . “wah super sekali pertanyaannya” pikirnya. Seorang calon kemudian berdiri dan kemudian berkata “ideologi saya ada nasionalis dan spiritualis” tegasnya.

(Stop, ga slesai2 nanti, hehe…)
Ehe.. ehe.. sudah dulu critanya.. terus sebenernya yang jadi topic kali ini, apa’an ce? Penasaran? Kalo gito, Oke pren gw buka aja wacana kali ini dengan topic yang ada pada kalimat paling bawah sendiri.”-Nasionalis dan spiritualis-”
Apa itu nasionalis? (jawab dulu je..baru baca selanjutnye..)
Yuk Baca Selengkapnya...