^seputar_ospek^

Oke guys.. kita jumpa lagi di topic yang berbeda ne.. topic kali ne bahas tentang KEGANASAN OSPEK.. asikkan??? Bagi loe yang pengen taw sejarah Ospek, bantahan yang sering dilancarkan senior waktu Ospek ato bagi loe yang ingin taw nasib loe setelah Ospek (ngeness deh pokokna..)… ga usah basa basi lagi deh langsung aja gue masuk ke topic (udah capek ngetik ne.. ^^)
Hehe..
Hehe..
Bingung mulai darimana ne..
Loe taw Ospek kan?
Pasti taw deh… klo gitu gw ga usah susah susah jelasin ne.. hehe..
Oke oke gw serius, simak baik”…
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ospek ato dalam bahasa para intelektual merupakan kependekan dari “Orientasi Seputar Pengenalan Kampus” (eh bener ga ya? Klo salah maapin ye..) adalah sama seperti MOS ato “Masa Orientasi Siswa” (klo ini gw tw betul) yang diadakan oleh SMA cuman bedanya klo ospek itu yang ngadain kampus (institute ato universitas) yang tujuannya memberikan pendidikan mental dan softskill pada mahasiswa baru, agar mahasiswa nantinya siap untuk terjun kedunia masyarakat yang konon disana ada bermacam macam spesies yang tentunya akan memilliki perlakuan yang berbeda pula.. oleh karena itu kite gag boleh tu, buruk sangka dulu ma ospek (makanya buruk sangkanya akhiran aja..^^) namun ada desas desus bahwa ospek disetiap universitas maupun institute (loe tau kan bedanya institute sama universitas? Klo ga teu Tanya google) banyak yang dihapuskan karena banyaknya kabar kematian mahasiswa di bebagai perguruan tinggi karena ospek, sehingga hal ini menimbulkan keresahan bagi para senior (lho kog malah senior? He.. Sabar dulu bro) yang sayang pada adek” nya (maksud gw juniornya), karena hal ini akan menyebabkan para adek” tidak mendapatkan pendidikan mental dan softskill yang layak, sehingga nantinya junior tidak akan kuat menahan kerasnya dunia kehidupan bermasyarakat (aduh lebainya..).

eiits tidak hanya itu lho.. didalam ospek juga dipupuk rasa kekeluargaan, yang tinggi antara senior dengan juniornya, kekompakan antar junior sangat diperhatikan betul betul oleh kakak senior, banyak tugas tugas yang diberikan oleh kakak senior agar junior saling bekerja sama satu sama laen agar kekompakan terjalin disitu. Selain itu yang paling penting adalah ketegasan yang dilakukan senior sering kali disalah artikan oleh junior padahal maksud dari senior adalah agar junior mampu untuk mengutarakan pendapatnya.. dalam ospek juga diberikan materi materi dalam kemasan menarik sesuai dengan jurusan masing masing.. (emm.. jadi gito y!!)

udah ah, sekarang kita langsung masuk ke klimaksnya aje ye.. ga usah ngetik banyak” tar jari gw kriting.. (hihi.. padahal emang segitu duang taunya pake alasan lg)

Ospek yang lebih layak disebut kependekan dari “Orientasi Seputar Penganiayaan Kampus” (ini versi gw) adalah merupakan bentuk kezaliman dari senior untuk seorang junior yang masih imut imutnya yang tak tau menau (sorry bahasa gw agak gaul dikit) soal politik kampus, ketidak tauan junior inilah yang menjadikan seorang senior menjadi diktator . memaki maki junior seenaknya, seolah mereka lah Tuhan yang berhak berbuat seenaknya kepada junior, jika sebuah tugas tidak dikerjakan maka mereka akan menghukum sekena hati mereka padahal tugas itu tidak terlalu penting (seorang intelektual biasanya menyebutnya kepentingan yang tidak terlalu mendadak) hal ini merupakan sebuah kezaliman yang sangat amat menyedihkan bagi seorang mahasiswa yang sebenarnya diharapkan sebagai perubah masyarakat (bahasa jadulnye agent of change) karena gelar MAHA yang seharusnya berarti ia telah mencapai tingkatan tertinggi dari tingkatan sebuah pelajar dan dengan gelar itu seharusnya mereka dituntut untuk berpikir. Belum bisa dikatakan sebuah pemikiran jika mereka belum tahu peristiwa sebelum, realita saat ini (saat ospek), dan peristiwa sesudahnya.(ini dari buku nidzomul islam bab pertama lho..)

(Bentar gw minum dulu soalnya udah mulai panas ne..^^)

(tarik napas dalam dalam… kita baru mulai berpikir)

–peristiwa sebelum–
Ospek sebenarnya adalah media penyiksaan belanda yang ditujukan untuk mahasiswa pribumi sewaktu sebelum kemerdekaan, jadi untuk menjadi seorang mahasiswa (yang katanya orang berpendidikan tinggi) waktu itupun juga diperlukan perjuangan yang gigih karena mereka harus tahan dengan penjajahan yang dilakukan para penjajah belanda, tidak hanya itu sebenarnya ospek juga dipakai organisasi ato geng geng mahasiswa barat untuk melakukan perekrutan anggota untuk menguji kesetiaan mereka kepada organisasi tersebut dengan mempermalukan anggota baru di depan umum entah itu dengan membuka baju, berlarian mengelilingi kampus, dipukuli sampai hampir mati ato rela untuk menyerahkan kehormatannya kepada senior (naudzubillah..) hal itu sudah dianggap wajar dan pantas bagi senior untuk diberikan pada anggota baru. Dan sangat disayangkan, budaya yang tidak beradab dan dismoralisasi ini kemudian diadopsi oleh mahasiswa senior Indonesia yang ingin melakukan perekrutan anggota himpunan mereka. kelayakan menjadi seorang warga dipertaruhkan dalam kezaliman tersebut dan budaya ini akhirnya mengakar dan digunakan pada setiap penerimaan mahasiswa baru.

(Emm... apalagi ya? Udah cukupkan?)

–peristiwa saat ini –
Dengan kedok yang telah disampaikan pada paragraph satu dan dua maka dilaksanakanlah ospek (jreeng.. jreeng..). para senior menyambut adek adeknya tersayang (iy bener, emang sayang kalo ga dimanfaatin). Dengan satu komando dari senior “KuMpUL!!!” maka otomatis para junior MaBa berlarian (entah padahal ga suruh lari). Setelah kumpul, “suruh kumpul aja lama!!! Ada yang tidak hadir !!!?” bentak senior (ketegasan dalam artian senior), “maaf kak, ini fulan bin fulan ga hadir” jawab junior “ mana kekompakan kalian!!! Masih ada aja yang ga hadir!!!” kata senior, dalam hati kecil junior cman bisa menggerutu “alamak..td suruh jawab, udah dijawab malah dimarahi lg..”. yah itulah sekilas kegiatan dari ospek. Ketegasan dalam arti senioritas berbeda dengan ketegasan sebenarnya yang seharusnya ditanamkan dalam masyarakat.. Ketegasan dalam senioritas hanyalah sebuah kedok yang digunakan para senior untuk melancarkan system yang telah berakar di masa lalu dan tragisnya mereka tidak sadar kalau mereka menyimpang dari arti ketegasan. Sebuah sifat tegas setidaknya memiliki sifat motivator dan bijaksana, lain halnya dengan ketegasan saat ospek yang bersifat menyalahkan dan menjatuhkan (entah disadari ato tidak). Biasanya, pelaku --kekerasan fisik-- dan para pendukungnya akan mengatakan: lihatlah sisi positifnya, ... jangan lihat sisi negatifnya saja!. Jika memang benar ada sisi positif, apa sisi negatifnya harus dimaafkan?. Seandainya sisi positif terus dijadikan alasan untuk lari dari tanggung jawab, maka penjagalan yang dilakukan Polpot terhadap bangsa Kamboja, pembunuhan yang dialamatkan Bush pada orang Afghan, dimatikannya ribuan orang Palestina di Sabra Shatilla, harus dimaafkan juga dong?!. Bukankah tindakan mereka –positif-- untuk mengurangi kepadatan dunia?”. Jangan meremehkan sekecil apapun bentuk penindasan, karena penindasan kecil merupakan awal dari penindasan besar!... Kekompakan yang dihasilkan hanyalah bersifat semu dan hanya bertahan sampai kegiatan ospek berakhir, karena kekompakan yang seharusnya dijalin dengan cinta damai (kayak tim roketnya pokemon) malah dijalin dengan paksaan paksaan (jadinya terpaksa kompak dung). Materi materi yang disampaikan dalam ospek pun terkesan umum sehingga audience sering merasa bosan dengan materi tersebut, perlu adanya wawasan realitas tentang keadaan dunia yang sebenarnya sehingga nantinya menjadi informasi bagi mahasiswa yang benar benar ingin menjadi agen perubahan... jadi geetooo.. apa lagi ya? ha.. ada.. ada.. sering kali bang senior bentak bentak adik adiknya, lha kenapa coba? denger denger sih ye.. biar adek adeknya tu tau kalo dunia kerja itu ga sama kayak apa yang mereka bayangin makanya mereka jika melakukan kesalahan dibentak bentak agar nanti ga down ketika berada di dunia kerja.. (ini sebetulnya bener ga sih?) sebenernya ini adalah masalah naluri bro.. kayak misalnya saat loe jatuh cinta ke do'i.. ato pas liat cew cakep, pasti adanya cman deg deg an, trus mikir yang aneh aneh (kog cantik bener ya cew itu coba dia jd istri gw).. ennaah itulah yang namanya naluri, ini hanya bisa loe kendaliin lewat pemikiran loe (bersambung di bawah).. apa loe bisa ngilangin yang namanya naluri takut (down) itu dengan hanya bentak bentak? apa mereka yang bentak bentak ga down ketika dibentak atasannya? itu tidak akan bisa dihilangkan karena naluri itu sebenarnya udah ada dari sononya tw..

(Wah wah.. kalo gini apa jadinya nanti???)

Ya loe liat aja ntar jadinya kayak pa coba… tapi yang biasa terjadi ne.. para junior akan terbagi jadi tiga fraksi. Fraksi penjilat, fraksi pemberontak, dan fraksi pasrah. Yang pertama fraksi penjilat yang kerjaannya cuman muji muji senior kayak yang diparagraf satu ma dua tu, kalo ga gitu ya jadi tukang laporin temen temennya, backstabber banget pokokna..
beda dengan fraksi pemberontak kerjaannya nentang senior, pokoknya ilfiilll banget deh ma senior tapi biasanya dia jujur banget ne ma dirinya apa yang ga enak dia berani tu ungkapin gw kasih contoh di paragraph 3-4 kali y? pokonya bikin suasana panas deh.. lain lagi sama fraksi pasrah kerjaannya ngangguk ngangguk aje ne, ga ada perlawanan sama sekali walopun sbenernya dia ga setuju karena saking takutnya sama senior, dia beraninya cuman ngomong di belakang senior.. yah seperti itulah kekompakan junior akhirnya, ngga ada kompak kompaknya.. trus kalo loe ngikutin materi yang sejam dua jam kayak gito, ngertinya loe juga cuman sejam duajam itu doang, soalnya materi yang disampaikan bwt loe hanya berkisar saat itu juga jadi loe ga bisa mikir kejadian sebelum dan sesudahnya.. kalo kurang jelas tentang bagaimana itu berpikir, baca tu bukunya syekh taqiyuddin an nabani judulnya aturan hidup dalam islam.. trus kalo loe masih nekat buat ikutan acara kayak gituan loe bakal ngrasain yang namanya stress, marah gara” tugas numpuk, pokonya bener” tekanan batin deh selain itu uang loe juga akan abis tu buat ngerjakan tugas” dari senior..

(kog bisa gitu y?)

ya ini karena system ato aturan yang ditetapkan adalah aturan kufur aturan buatan manusia sendiri, sok sok an mereka bisa ngatur diri mereka agar jadi lebih baek walopun nyatanya mereka gagal terus untuk menjadi baek, inget bro dunia ini ada yang ngatur tapi bukan loe yang ngatur.. ibaratkan sebuah hape ato kakulator, pasti waktu barang itu diciptakan, produsen pasti tu membuat yang namanya aturanpakai ato dusbook kalo hape, trus coba kalo loe make’nya ga sesuai aturan pasti ga karuan tu hape.. sama halnya dengan saat dunia diciptakan, dunia juga akan dibuatin namanya buku panduan.. kalo loe mau nglakuin yang ga sesuai ma buku panduan hasilnya juga kacau tu kayak yang diparagraph atas.. tujuan nya baek tapi ga sesuai buku panduan ,hemm.. gw tu yang jamin ga akan nyampe itu tujuan..

(trus gimana dung? )

Oke kalo udah kacau gini baru loe nyadar, biasaa sifat manusia kan gitu.. kita coba berpikir cemerlang (gw banget ne..) kita kembalikan kesejarahnya dulu (soalnya abis baca bukunya syekh taqi sih) ada ga sih pengkaderan yang bener” berhasil… set.. set.. (coba coba cari di buku) wah ketemu.. judul bukunya sirah nabawi (wkwk.. itu sih buku sejarah rosul).. ya gpp lah.. kita coba liat isi didalam nya.. wah rosul SAW kereen banget.. coba bayangin rosul yang sendirian bisa mengubah suatu kaum yang jumlahnya lebih dari berjuta juta orang lho.. ga kayak para senior yang beraninya keroyokan.. siapa dulu.. jagoan gw.. sendirian VS berjuta orang.. gimana ceritanya tu?? Ne gw kasih cuplikannya aja ye.. kalo loe kurang jelas, loe bisa baca bukunya sendiri..

(Oke mulai penyelesaian.. huff akhirnya..)

Setiap manusia pada hakekatnya diciptakan dengan keadaan yang sama punya tangan, kaki, akal, dan nafsu begitu juga dengan rosulullah. Dalam buku orang no 1 di dunia rosulullah menempati urutan teratas, orang paling berpengaruh selama ini. Hal ini dikarenakan rosulullah orang yang paling taat pada pedoman yang telah disampaikan pada beliau yaitu Al qur’an dan As sunnah. Oke seperti yang dijelaskan kepada kita waktu SD dulu rosulullah pada awalnya berdakwah dengan cara sembunyi sembunyi, hal ini sebenarnya hanyalah doktrin semata, kenapa? Karena rosulullah bukanlah seorang pengecut yang beraninya menyerang lewat belakang, yang sebenarnya terjadi adalah rosulullah membentuk kader kader yang nantinya dapat membantu penyebaran dakwah beliau, dan perlu dicatat kader kader (agent of change ala rosul) tersebut dibentuk bukan berdasarkan kekerasan namun mereka dibentuk dengan dasar pemikiran islam rohmatan lil alamin (rahmat menyeluruh bagi semesta alam) dengan pemikiran yang telah sesuai dengan pedoman, maka akan terbentuk kepribadian kepribadian yang unik, beradab dan bermoral tinggi. Sudah banyak tokoh tokoh besar dalam sejarah yang bermula dari pemikiran islam misal abu bakar, usman bin affan, al khawarizmi, avicena (ibnu sina), bukhori, muslim, syekh taqiyuddin an nabani dll pengaruh tokoh besar tersebut bisa dilihat di google dan ga da tu ceritanya tokoh sehebat itu dikader pake ospek. Hanya dengan merubah pemikiran lah kepribadian bisa terbentuk, karena setelah pemikiran terbentuk maka timbullah suatu gerakan, gerakan tanpa pemikiran adalah gerakan yang ceroboh. Dan perlu dicatat ketika kader kader melakukan kesalahan maka yang dilakukan rosulullah adalah mengingatkan kemudian memotivasinya agar melakukan kebaikan sampai sampai mereka rela mengorbankan dirinya sendiri, itu karena mereka sudah paham betul darimana mereka berasal, untuk apa mereka di dunia dan akan dibawa kemana mereka setelah mati (ingat syarat berpikir ada 3 unsur sebelum, sekarang, sesudah), namun sebenarnya hal itu juga sudah tercakup dalam system pemikiran islam. Sungguh luar biasa bukan???
--------------------------------------------------------------------------------------------------

Referensi gw

-Buku aturan hidup dalam islam (nidzomul islam) terbitan HTI Press karya syekh taqiyuddin an nabani
-Buku kepribadian dalam islam (syaksiyah islam) terbitan HTI Press karya syekh taqiyuddin an nabani (bisa di download di situsnya HTI klo ga salah www.hti.or.id , ini klo loe pengen tau musti gmn loe harusnya..)
-Jejak sang junjungan karya (emm lupa gw, klo ga salah Khalid bin walid…)
-Dan banyak artikel keluhan-keluhan ospek dari google
-apabila ada kesalahan dalam tulisan, ana mohon maaf hanya itu yang ana bisa sampaikan, andaikan ada secercah cahaya hidayah bagi antum dalam tulisan ana, segeralah bersyukur karena hal itu bisa mengundang cahaya hidayah lain untuk datang pada antum-

Wassalamualaykum wr. Wb.

Yuk Baca Selengkapnya...